Waktu perkuliahan akhirnya selesai. Saat itu lah, Arras memiliki kesempatan untuk bertanya - tanya pada Wira tentang apa yang sebenarnya terjadi. Jujur sejak tadi Arras jadi tidak tenang -- sejak tahu bahwa Wira banyak murung tanpa sebab hari ini. Arras beranjak mendekati Wira di antara kerumunan mahasiswa lain yang sibuk berbondong - bondong keluar dari kelas. Syailendra, Janu, dan Rama hanya ikut saja dengan Arras. Sejak tadi mereka sudah berusaha bicara dengan Wira. Tapi reaksi Wira kurang terlalu baik. Mungkin jika Arras yang bertanya, ia mau lebih terbuka. "Wir ... buruan ... ikut nggak ke kantin?" Arras tidak buru - buru bertanya ada apa. Ia ingin membuat Wira nyaman terlebih dahulu. Wira awalnya hanya menunduk. Masih sama murung seperti tadi. Terlihat suram. Bahkan ia terang - t

