Pewaris dan Persembahan

1383 Words

"Mungkin saat ini kamu masih belum mau percaya. Tapi itu lah kenyataannya. Keluarga kita memang seperti itu secara turun temurun. Dulu Papa juga nggak mau seperti ini. Apa lagi harus mengorbankan paman kamu. Papa marah sekali waktu itu pada kakek. Namun sekali lagi, Papa nggak ada pilihan kecuali setuju, dan menjadi penerus." Jaya Sukardi tetap berusaha menjelaskan pada putranya itu. Arras lagi - lagi hanya terkekeh. "Mana mungkin Papa ngelakuin itu. Turun temurun dari kakek? Bukannya kita ini orang beragama? Bahkan kakek dan Papa juga rajin sholat, kan? Tahu kalau syirik itu perbuatan dosa yang nggak akan pernah diampuni. Udah lah, Pa. Berhenti bicara omong kosong. Aku nggak lagi ulang tahun. Ngapain Papa ngerjain aku segala dengan mengarang cerita omong kosong kayak gitu." Arras antara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD