Merasakan Desiran Aneh

1561 Words

Arras menyetir mobil dengan kecepatan maksimal. Tak peduli ia mendapat banyak peringatan sinis dan penuh amarah dari pengguna jalan lain. Fokusnya hanya satu pada Romza. Hanya sesal yang Arras rasakan. Kenapa ia tidak buru - buru melihat ponselnya sejak tadi? Kenapa ia harus menyetel ponsel itu dalam mode diam? Kalau ponsel itu berbunyi, setidaknya saat Pak Raharja menelepon, teman - temannya akan mendengar, kemudian mewakilinya menerima telepon itu. Setidaknya ia bisa tahu lebih cepat. Arras menyesal kenapa ia memutuskan ikut dengan Wira ke rumah Rena. Padahal ia tahu pasti bahwa Romza sedang sendirian di rumah. Biasanya jika tidak ada Arras, Romza akan menghabiskan waktu bersama Larasati. Tapi Larasati keluar sejak pagi -- untuk mencarinya -- dan sepertinya sang ibu juga belum kembali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD