Larasati berjalan gontai melewati lorong demi lorong menuju lift yang akan mengantarkan dirinya menuju lantai tempat ICU berada. Lift terbuka, ia pun masuk. Syukur lah, lift sedang kosong. Ia jadi bisa menangis dengan bebas di dalam saha. Ya, ia sangat lelah. Teramat sangat lelah. Tapi rasa lelahnya seakan sudah tertutup oleh rasa sedih di hatinya. Membayangkan bagaimana kondisi Romza saat ini. Apa saja luka - luka yang ia dapati. Ya, kata asisten di rumahnya, Romza hanya terluka di kening. Tapi kan tidak tahu juga ... karena belum dilakukan pemeriksaan secara detail saat itu. Bagaimana pula kondisi jantung Romza. Jatuh dari ketinggian seperti itu, pasti Membuat Romza sangat syok. Yang pasti akan berpengaruh pada kondisi jantungnya. Astaga ... Larasati benar - benar ingin segera tah

