Mengundang Rasa Curiga

2005 Words

Telah berdiri di sana, seseorang yang sama sekali tak mereka duga. Jaya Sukardi. Ia berdiri tepat di sebelah ranjang Romza. Menatap ke bawah, tepatnya sedang memperhatikan Romza. Ada desir rasa aneh dalam rongga 'd**a mereka. Bukan tidak suka, justru sangat suka. Tentu ini adalah sebuah berita bagus. Sebuah kemajuan pesat. Hanya saja ... mereka belum percaya. Sampai tak percaya, apakah ini nyata? Bukan hanya Arras yang masih tak percaya dengan apa yang ia lihat. Larasati dan Pak Raharja pun sama. Semuanya bahagia. Semuanya senang. Berharap apa yang mereka lihat sekarang ini, adalah sebuah awal yang baik. Semoga saja, setelah ini Jaya Sukardi benar - benar bisa mulai menyayangi Romza, selayaknya seorang Ayah yang menyayangi anaknya. Selayaknya Jaya Sukardi menyayangi Arras. Semoga saja.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD