Bos Ali pun terpaku melihat keadaan di sekitarnya. Perasaannya menegang, melihat penyerangan itu. Terlebih ketika Lukman hendak keluar untuk mencari bantuan dan mengevakuasi bos Ali. Ada rasa khawatir yang tiba-tiba muncul dalam hati bos Ali. “Entah firasat apa ini? Mengapa rasanya berat mengizinkan Bang Lukman pergi melawan mereka, semoga firasat ini tidak benar.” Bos Ali berbicara dalam hatinya sesaat sebelum Lukman keluar dari mobil sedan milik bosnya. “Lukman, berhati-hatilah!” Ali menatap Lukman dengan tatapan penuh khawatir. “Insya Allah.” “Bos telepon polisi dan berhati-hati!” Lukman bergegas keluar dari dalam mobil dan ikut baku hantam menghadapi mereka. Ali bergegas menelepon polisi ketika berada di dalam mobil. Ali dan Cecep tersentak kaget ketika ada salah satu dari penjah

