Evan menggelengkan kepalanya. "Aku takut." "Takut kenapa?" tanya Valen sambil menatap pria yang berada di sampingnya yang sedang mengemudikan mobil ini. "Aku takut membuat aku seperti mempermainkan kamu seharusnya aku tidak melakukan ini." "Apa maksudmu? Kamu tidak mempermainkan aku, Evan! Aku ikhlas. Aku cuma ingin bersamamu." "Masa depanmu cerah, Valen. Kamu masih muda. Seharusnya kamu bersama dia yang seusia kamu, bukan bersama aku." "Aku memilih untuk bersamamu. Kamu Jangan jadikan itu alasan!" Valen mulai meninggikan nada suaranya. "Seseorang yang mencintai itu harus memberikan yang terbaik untuk orang yang dia kasihi. Dan aku yakin kamu bisa mendapatkan yang jauh lebih baik dari aku saat kamu meninggalkan aku. Apalagi aku cuma seorang pria yang terjebak dalam pernikahan yang

