Setengah jam sebelumnya. Selina berdiri di dapur, rajin mencari resep. Mengapa setiap resep daring terlihat begitu sederhana, namun menjadi sangat sulit ketika ia benar-benar mencoba memasak? Setelah berjuang selama lebih dari 20 menit, ia akhirnya menyiapkan bahan-bahan dan siap memasak. Tepat saat ia hendak memulai, sebuah ledakan tiba-tiba mengagetkannya. Minyak panas memercik dari wajan, membuat Selina benar-benar bingung. Ia secara naluriah mencari bantuan. Logan mengerutkan kening dan segera berjalan mendekat. Dengan satu tangan, ia menariknya menjauh dari kompor, dan dengan tangan lainnya, ia mematikan kompor gas. Menyadari telah menyebabkan masalah, Selina menundukkan kepalanya, "Aku..." Ini pertama kalinya Logan melihatnya seperti ini—konyol, linglung, dan sedikit bingung.

