Pernyataan itu menghantam Avery seperti petir. Dia meledak, "Bukankah kamu selalu yang membayar sebelumnya? Kenapa kamu membawa aku ke mal kalau kamu tidak punya uang?!" Selina sedikit memiringkan kepalanya, berpura-pura penasaran sambil membalas, "Kamu bilang ingin berbelanja, jadi aku ikut untuk menemani kamu. Avery, apakah kamu terlalu boros dan kehabisan uang?" Orang-orang di sekitar mereka mulai bertukar pandang bingung. Wajah Avery memerah dan pucat bergantian sebelum dia meledak marah. "Aku tidak peduli! Kamu harus bayar untukku!" Lalu dia berteriak pada manajer toko, "Minta uangnya padanya! Dia kaya raya!" Manajer ragu-ragu, melirik antara keduanya. Selina menampilkan ekspresi kecewa dan berkata, "Avery, aku pikir kita teman, tapi yang kamu inginkan hanyalah aku yang membayar

