"Aku memutuskan sesuatu berdasarkan suatu pertimbangan yang tidak adil," jawab Evan akhirnya setelah didesak terus oleh Valen "Maksud kamu apa?" Valen menajamkan penglihatannya ke arah Evan. Dia belum bisa meraba akan apa maksud perkataan Evan barusan. "Begini, saat Cella merasa aku sudah sangat serius untuk melamarnya, dia mengakui sesuatu kepadaku. Sesuatu yang merubah segalanya." "Apa itu? Dia mengakui apa, sih?" Valen tampak semakin penasaran. "Dia mengakui kalau di masa SMA-nya dulu, tepat saat ujian akhir, dia sudah menyerahkan keperawanannya kepada pacarnya semasa SMA dulu." "Jadi dia sudah tidak perawan?" "Ya." "Apakah hal itu memang merupakan masalah besar bagi seorang cowok?" "Bagiku ya. Saat itu. Tapi waktu itu aku sangat bodoh. Tapi, yang membuatku marah itu, karena d

