"Hah, Ricky!" Valen sangat kaget saat melihat wajah orang yang memegang tangannya dari belakang ini. Valen yang baru saja hendak merekam rekaman suara untuk menyatakan kerinduannya pada Evan, kini sudah menekan perekam di handphonenya dan menaruh handphonenya di atas gantungan dinding dekat pintu. "Aku sudah tahu semua tentang kamu dan ayah dari muridmu, kamu harus pindah apartemen. Ayo ikut aku," tandas Ricky dengan wajah tegang. "Hah? Dari mana kamu tahu?" "Setelah kamu menolak aku, aku mulai mengikuti lalu lintas chat di grup sekolah kamu yang sudah aku ikuti sejak kamu jadi guru di sekolah kamu." Valen baru mulai merasakan kalau Ricky mulai ada sifat obsesif terhadap dirinya. "Dan dari grup itu, aku tahu pembicaraan-pembicaraan mereka tentang kamu, kalau kamu sudah jadi pelako

