Tidak Merasa Bahagia

1556 Words

"Lalu apa maksudnya kamu datang sekarang ini? Ingat, aku kan musuh keluargamu," tanya Valen dengan air mata berurai sambil menatap Ricky. "Itu yang selalu tertanam dalam pikiranku selama ini. Aku selalu menganggapmu musuh. Tapi satu bulan belakangan ini, aku mulai merubah paradigma pikiranku. Karena itu tidak adil bagimu. Walau bagaimanapun kamu tidak bersalah karena yang salah itu adalah ibumu. Apalagi--" "Apalagi apa?" "Apalagi setelah mendengar ceritamu sekarang kalau Ibumu juga menghancurkan keluargamu, maka aku sadar, sangat-sangat sadar, kalau aku tidak bisa menyalahkanmu atas kesalahan ibumu kepada keluargaku." Valen cuma terdiam menanggapi kata-kata Ricky ini. Dia terus menangis memikirkan akan perbuatan ibunya kepada keluarganya Ricky dan juga perbuatan ibunya kepada keluarga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD