Wajah Selina semakin memerah saat ia berusaha menutup pintu dengan terburu-buru. "Maaf! Aku tidak bermaksud begitu!" Setelah pintu tertutup dan pandangannya terhalang, rasa panas di pipinya mulai mereda, dan rasa tidak nyaman mulai menyelimuti dirinya. Mengapa Logan ada di kamar mandinya? Selina melihat sekeliling ruangan. Warna netral putih dan abu-abu, dikombinasikan dengan dekorasi minimalis, memberi kesan seperti kamar tamu—atau setidaknya itulah yang dia kira. Mungkinkah dia secara tidak sengaja memilih kamar Logan? Sebelum dia bisa memahaminya, pintu kamar mandi terbuka. Logan keluar, rambutnya yang basah menetes sedikit dan tubuhnya masih telanjang. Selina menggenggam tangannya erat-erat untuk menghindari memandang ke arah lain dan bertanya dengan ragu, "Tuan Reid, ini... ini b

