Part 28: Our Day

1358 Words

Mataku terbelalak dengan mulut setengah terbuka. Kulayangkan tatapan ngeri pada celananya yang sudah teronggok nggak berdaya di lantai yang nggak jauh dari tempat tidur. Sesuatu yang menonjol di balik celana dalamnya terpampang nyata di hadapanku dan itu membuatku nggak bisa berkutik bagaikan sebuah patung. Gila! Aku nggak pernah berada di posisi seperti ini selama dua puluh tiga tahun hidup di dunia ini. Tabitha, apa yang udah kamu lalukan? rutukku dalam hati. "Mas..." panggilku dengan nafas memburu karena terlalu shock dengan keliaranku ini. Terkutuklah tangan sialan ini! Pria itu bergumam kecil. "Hmn?" Aku segera memeluknya dengan erat dan menenggelamkan wajahku pada ceruk lehernya. "Hei, kamu kenapa?" tanyanya dengan tangan yang mengusap lenganku. "Aku malu," cicitku dengan pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD