"Najla, ayo pilihlah warna dan bahan yang kau suka," ujar Hulya, mengagetkan Najla yang tampak sedang termenung. Semua orang yang ada di dalam ruangan itu kini benar-benar sadar kalau sejak tadi Najla hanya diam saja di tempatnya dan tak melakukan apapun. Wanita itu tampak seakan memiliki pikiran yang begitu berat, namun berusaha untuk disembunyikan. "Najla, ada apa Sayangku? Kenapa kau terus-menerus diam dan melamun?" tanya Dokter Jocelyn yang kini mendekat kepada Najla. Najla menatap Dokter Jocelyn yang kini menggenggam kedua tangannya dengan lembut. Emir dan Haidar mendengar apa yang mereka bicarakan, namun tak berani ikut bertanya karena takut salah bicara. "Aku sedang memikirkan sesuatu, Dokter," lirih Najla. "Tapi aku tidak bisa mengatakannya di sini. Aku harus menyampaikan se

