Charlie terbangun lebih pagi, terus terang saja dia sulit tidur. Nama Aston terngiang-ngiang yang membuat dirinya sulit memejamkan kedua mata. Dia benci akan keadaan itu. Tidak seharusnya dia memikirkan nama Aston karena tidaklah penting sama sekali tapi rasa penasaran mengalahkan segalanya. Charlie meninggalkan Zoey yang masih tidur. Dia menghabiskan waktu di balkon sambil menikmati segelas minuman serta sebatang cerutu. Mungkin saja pikirannya akan menjadi tenang. Dia harus menyingkirkan rasa penasarannya tapi nama Aston terngiang-ngiang yang membuat rasa penasaran semakin tak terkendali. "Sial!" Charlie memukul pagar pembatas balkon dan meneguk minumannya kembali sampai habis. Seharusnya dia tidak mencuri dengar supaya rasa penasaran yang dia rasakan saat ini tidak ada. Kini dia

