48

1235 Words

Dua tahun kemudian "Rel," ucap Retha seraya mengusap sebuah nisan di hadapannya. "Apa kabar?" "Maafin aku, ya. Maaf karena aku pernah benci kamu." lanjutnya. "Sekarang, aku udah lupain dan ikhlasin semuanya." "Kamu bahagia kan, di sana?" tanya Retha. Retha mengusap nisan itu lagi. "Aku mau minta izin," ucapnya. "Bulan depan, aku mau nikah." "Semoga kamu bahagia di sana ya, Rel." Retha mengusap nisan itu untuk yang terakhir kalinya, kemudian, gadis itu berdiri dan menatap sebentar makam itu. "Sayang, ayo pulang." ajak seorang lelaki yang sudah menunggu Retha dari tadi. Pandangan Retha teralih pada lelaki itu, lelaki yang sedang mengenakan setelan tuxedo mahalnya. Retha tersenyum, dan melangkahkan kakinya mendekati calon suaminya itu. "Farrel!" tegurnya. "Kamu nggak mau pamit dulu sa

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD