Pingsan

1043 Words

Ze Shaosen hanya acuh, dan tak ingin mendengarkan Lady Qin. Sementara Lady Qin benar-benar kehabisan cara. Kini, dia sedang memikirkan cara ampuh agar Ze Shaosen mendengarkannya, dan menyelesaikan perseteruan yang tak ada ujungnya ini. "Aku harus bagaimana? apa aku dekati saja dan menciumnya agar dia bisa serius?"  batin Lady Qin kemudian.  Sementara itu Ze Shaosen menatap Lady Qin dengan ujung matanya, "Dia sangat mengesalkan. Baru menyadari bahwa aku potong rambut. Padahal aku melakukan ini demi dia. Ferdinand tak bisa dipercaya. Dia katakan bahwa Lady Qin akan langsung terpesona jika aku menata rambut begini, tapi apa? dia malah duduk jauh dariku, dan membuatku kesal." Ze Shaosen mendengus. "Hei, Ze Shaosen. Kita akan terus perang dingin seperti ini?" ucap Lady Qin kemudian. "Aku t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD