"Alfa ...." "Alfa ... ini aku, Fa." Yak benar, sehabis menerima telepon dari Rafly, Gamma langsung meluncur ke sini untuk menemui Alfarin, istrinya. Bagaimanapun dia masih mencintai Alfarin, walaupun Gamma masih ragu apakah Alfarin mencintainya atau tidak yang jelas dia datang kesini karena dia masih mempunyai tanggung jawab kepada Alfarin. "Alfa ... please Fa. Buka dulu," ucapnya memohon. Gamma melemparkan pandangannya menatap Rafly, Rafly juga memandangnya, pandangan mereka saling beradu. Rafly menggeleng seakan tidak mengerti lagi harus bagaimana. Gamma menghela napasnya. Dia mundur ke belakang lalu berlari menghantam pintu kamar Alfarin dan seketika pintu terbuka, Gamma mendobraknya. Mata Gamma terkunci begitu melihat Alfarin yang terduduk di ranjang sana dengan wajah yang sangat m

