"Anin, kamu mendukungku untuk mendekati kak Asya kan?" Jani menatap sahabatnya. "Iya tentu saja. Selama kak Asya menyukaimu," Anin tergelak. "Ikuti aku," Jani menarik tangan Anin mendekat ke arah Asya. Anin mengikutinya dengan pasrah. "Kak Asya.." Jani menghampiri Asya dan menyapanya dengan nada genit. Asya menahan senyumnya. Ia merasakan kalau Jani berpura pura. Anin pun menunduk dan mengatupkan bibirnya agar tidak tertawa keras. Si Jani memang terlalu percaya diri. "Ada apa?" Asya menoleh. "Aku mau ajak kak Asya makan siang bareng," Jani tersenyum lebar. "Ayo. Boleh," Asya mengangguk dan mengabaikan Jehan yang berdiri di situ. Jani menahan senyumnya. Ia melirik sekilas ke arah Jehan. Jangan dekati kak Asya! Dia milikku! Asya, Anin dan Jani pergi meninggalkan Jehan b

