Tok, tok, tok.. "Masuk," Jingga mempersilahkan siapapun yang mengetuk pintunya untuk masuk. "Ibu," Hana masuk ke kamarnya. "Apa sayang?" Jingga membelai rambut Hana. "Dan pakaian apa itu di tanganmu?" "Aku bingung pilih baju buat nanti malam," Hana memperlihatkan gaun yang ada di tangannya. "Menurut ibu yang mana?" "Warna putih atau salem?" Hana menatap Jingga. "Dua duanya cocok untukmu. Tapi... Untuk malam spesial ini, warna salem sepertinya lebih cocok untukmu sayang," Jingga tersenyum lebar. "Mau ke salon dulu?" Jingga merangkul putrinya. Hana hanya menggeleng, "Tidak. Aku tidak mau terlihat seperti terlalu berusaha keras untuk tampil cantik." "Iya betul. Kamu sudah cantik apa adanya," Jingga memeluk putrinya. Hana tergelak, "Aku lebih mirip ibu apa ayah ya?" Ia mematu

