MALAM SYAHDU

1447 Words

Bunyi pesan itu kembali berbunyi. Abizar hanya menelan air liurnya sendiri. Ia langsung tegang. Runa tak sanggup menutupi rasa malunya. Mukanya dalam sekejap merah padam. Untung saja hari sudah malam, kalau tidak semua orang akan melihat kulit putihnya berubah menjadi kemerahan seperti udang rebus. Seketika, suasana yang tadinya sunyi sepi, tiba tiba jadi penuh tawa. Naya menonjok lengan Abizar berulang kali. "Ah, aku malu," Runa menutupi muka dengan kedua tangannya. "Runa, kakak baru tahu kalau Abizar itu ganteng di matamu?" Daru menggoda adiknya, "Padahal selama ini kamu bilang kalau ayah yang paling ganteng." "Ta-tapi ayah kan tidak ada di sini," Runa mengerutkan keningnya. Gema kembali cekikikan, "Kamu dan kak Abi sebelas dua belas deh." "Dengarkan tantanganku tadi : Kirimk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD