GDA//25

1230 Words

  Diatas tanah tempat kilatan merah tadi menyambar. Hanya tersisa sosok Cahya yang sudah tidak sadarkan diri disana. Tetapi, tidak ada luka gosong ditubuhnya, masih luka memar karena diseret oleh para penjahat tadi. Sedangkan untuk para penjahat yang tadinya sombong, mereka sudah sebagian dihancurkan menjadi mayat gosong oleh kekuatan aneh tersebut. "Ke-kenapa..." Beberapa orang melongo melihat pemandangan aneh dan mengerikan tersebut. Luna yang sedaritadi diam, mulai melangkahkan kakinya dan berjalan ke arah tempat teman baiknya itu. Tidak butuh lama ia sudah sampai disana. Dengan lembut dan hati-hati saat bergerak, Luna mengangkat tubuh Cahya hanya dalam sekali gerakan. Ia dengan mudah menggendong perempuan itu. Luna membawa orang dalam pelukannya ke tempat yang paling aman, yaitu ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD