Malam kemaren aku sudah sampai di rumah kakak, langsung masuk kamar tamu yang telah disiapkan oleh kakak, tidur. Perjalanan di kereta cukup lama, walau aku hanya duduk saja, yang berjalan sebenarnya adalah kereta, lebih tepatnya roda kereta berkat mesinnya. Aku dijemput kakak dan suaminya di stasiun, basa-basi selama perjalanan, setelah sampai di rumah langsung tidur. Aku tak sempat meminta maaf saat itu, tak enak ada suami kakak, Kak Dzawin. Pagi ini setelah selesai mandi aku langsung membawa pakaian yang aku kenakan dan bawa tidur kemaren ke mesin cuci, mencucinya. Setelah sampai rumah nanti, aku tak perlu mencuci lagi, pakaian kotorku sudah tak ada. Menghemat waktu. Aku belum melihat batang hidung kakak dan Kak Dzawin dari tadi, mungkin saja mereka sedang lari pagi di luar, karena t

