Chapter 14

785 Words

*** Ceklek! Aku langsung menoleh cepat, saat mendengar suara pintu dibuka. Seperti dugaan, itu adalah Kak Sean, yang datang setelah hampir 30 menit aku bergulat dengan alat dapurku. Syukurlah, dengan begitu aku tak terlambat menyiapkan makanan untuknya. “Kakak udah pulang? Tunggu sebentar lagi, ya? Tinggal dikit lagi udah rampung semua,” ucapku, seraya meliriknya, yang masih belum mengeluarkan suara sedikitpun sejak datang tadi, bahkan mengucap salam pun, tidak sama sekali. Yang dia lakukan hanya menatapku lekat dengan tatapan elang yang selalu membuat aku kikuk. Entah kenapa, aku selalu merasa ada yang salah dengan diriku, setiap kali di tatapan seperti itu olehnya. Rasanya seperti dikuliti habis- habisan. Padahal, aku tidak sedang melakukan apapun. Hanya saja, tatapan Kak Sean itu me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD