BAB 13 Aku tidak tahu ini bisa disebut perkosaan atau bukan? Faktanya, status Kak Sean itu suami sahku, dan dia memang berhak atas diriku. Bahkan, melayaninya adalah pahala untukku. Namun, haruskah dengan cara seperti ini? Tidak bisakah dia memintaku dengan baik-baik dan lembut? Bisakah dia memintaku dalam keadaan normal dan memang menginginkanku. Bukan dengan memaksaku, dan dalam pengaruh alkohol seperti ini. Karena sungguh, aku sakit hati diperlakukan layaknya jalang seperti ini. Bagaimana pun, aku masih istri yang berhak dapat hormatnya. Bukan cuma pengganti, yang bisa digunakan di balik bayangan wanita yang ada di hatinya. Audy! Entah kenapa nama itu sekarang sangat menyakitiku. “Audy,” lirih Kak Sean sekali lagi dalam lelapnya setelah menuntaskan kebutuhan biologis sialannya itu

