Mereka berdua duduk di dalam ruangan. Suasana disana terasa mencekam dan juga wajah mereka berdua terlihat begitu canggung satu sama lain. Alma hanya bisa menunduk, dia tidak berani menatap Alvin, namun berbeda dengan Alvin tanpa berkedip Alvin terus memadang wajah Alma. Kisah yang telah usai bertahun-tahun membuat mereka bingung akan memulai pembicaraan dari mana. “ Apa Alula itu Zana.” Tanya om Alvin Alma Pun langsung mengangguk. “ Benar, Alula adalah Zana. Anak dari kakakku.” “ Apa kamu sudah tahu semua ini. Apa ini juga bagian dari rencanamu.” “ Aku sama sekali ngga tahu kalau Alula akan menikah dengan keponakanmu mas. Aku pun terkejut melihat hal tadi. Dan aku ngga ada rencana apapun.” “ Bohong kalau kamu bilang kamu tidak memiliki rencana apapun, kenapa namamu berubah.” “ Aku h

