Chapter 18

1064 Words

Permainanmu sangat hebat, aku akui itu. Bahkan kau mengorbankan empat orang sekaligus, sungguh pemeran antagonis yang hebat! Hebat dalam menghancurkan hubungan seseorang. *** Siang hari, Kean telah sampai di rumah. Pria itu melihat Istrinya sedang menonton televisi. Kean menghampiri Nadia dan mencium pipi Istrinya tersebut. "Sayang, coba berdiri," pinta Kean. Nadia berdiri tanpa perasaan curiga, saat cewek tersebut berdiri Kean duduk di sofa dan menarik tubuh istrinya untuk duduk di atas pangkuan pria itu. "Ish, liciknya," ucap Nadia tersenyum. "Ish manjanya yah Istriku, dipangku segala sama Suami," balas Kean. Nadia mengerucutkan bibir lalu membalas perkataan suaminya itu, "Siapa yang minta dipangkuin coba?" "Harus manja-manjain Istri dulu, soalnya nanti malam aku mau ke Paris," j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD