"Aku benci, Papamu!" Cio masuk ke dalam rumah saat matahari hampir terbenam, meninggalkan kedua adiknya yang masih bermain di taman belakang. "Papaku baik," balas Cio, saat memasuki kamar sang adik. Ia tidak ingin kembali ke kamarnya karena ia tidak ingin mengganggu Papanya yang sedang beristirahat. "Baik? Dia mau menjauhkan kita! Kita enggak boleh main bersama lagi." Cio tidak menanggapi, anak itu duduk di kursi meja belajar Ara dan mengambil sebuah buku. "Aku lebih suka, Papamu Marcel. Dia sangat baik. Tidak pernah menggangguku!" "Papa Andre baik, Alicia!" Cio mulai kesal. Alicia. Ya, perempuan yang sekiranya seusia Cio adalah teman khayalan Cio. Yang telah berteman dengan Cio dari beberapa bulan yang lalu. Teman tak kasat mata. "Kau membelanya? Aku menyesal memberitahumu kalau d

