“Maafkan aku Marsha, harusnya aku bisa menahan diri. Aku pulang” Itulah ucapan terakhir Andrean lima hari yang lalu. Selama itu, Andrean tidak pernah menampakkan batang hidungnya. Hanya Andrew yang datang membawa makanan terkadang mainan untuk anak-anak dan melakukan video call bersama anak-anak melalui ponsel Andrew. Sering kali video call itu berakhir jika ia hadir. Pria itu benar-benar menjauhinya. Setiap ia bertanya pada Andrew mengenai keberadaan Andrean, selalu jawaban yang sama yang ia terima yaitu, Andrean tengah pergi keluar kota. Padahal selama ini, Andrew yang mengambil alih jika memang ada kerjaan di luar kota. Karena memang Andrean tidak bisa meninggalkan anak-anak. Pria itu bahkan sering menghabiskan waktu dengan anak-anak di banding bekerja. Dan dirinya sendiri, masih tid

