Setiap orang pasti pernah berada dalam fase di mana dirinya merasakan sebuah penyesalan. Membuat perandaian datang. Andai waktu bisa di ulang, perbuatan atau perilaku tersebut tidak akan pernah di lakukan. Sayangnya, itu hanya sebuah angan-angan. Toh, waktu tidak akan bisa di putar. Apa yang bisa dilakukan? Selain memperbaiki. Dan tentunya, tidak lagi mengulang sebuah kesalahan yang sama. "Aku merasa ada keanehan pada Cio." Andrean mengajak Marsha mengobrol setelah memastikan Marsha makan dengan baik. Walau hanya makan setengah porsi dan segelas s**u ibu hamil. Itu sudah cukup. "Aku tidak mengerti." "Cio punya teman, Marsha. Teman tak terlihat." Marsha tertawa kecil. "Cio masih anak-anak. Mungkin itu hanya sekedar khayalannya saja." "Kau melupakan satu hal." "Apa?" "Anak kecil tid

