Dua Puluh Sembilan

1430 Words

Flashback sebelum mencari pecel Lele. Lea memutuskan di rumah Marsha dulu, mau bermain bersama Ara katanya. Dia tak ingin di antar pulang. Tadinya sebelum pergi ke kantor, Andrean bersama Andrew berniat mengantar Lea pulang lebih dulu. Dan, ya. Lea tak mau. Satu kemajuan. Andrean bisa menyelesaikan satu persatu masalah. Semoga tidak ada lagi masalah di kemudian hari. Itu harapannya dan semoga Tuhan mendengarnya. "Tuan." Nicko, sekretaris Andrean menyapa begitu Andrean dan Andrew telah menjejakkan kaki di lantai paling atas. Tepat di lantai ruangan Andrean berada. "Seberapa banyak berkas yang harus aku periksa?" Nicko menggeleng kaku. Terlihat gugup. "Bu-bukan, Tuan?" "Lalu?" "I-itu Tu-an." "Andrean ... " Wajah Andrean menunjukkan raut terkejut. Hanya sesaat. Sebelum rahang kokohn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD