Marsha jongkok di dekat tempat peristirahatan terakhir Marcel. Rumput-rumput kecil telah tumbuh di sana. Ia mencoba membersihkan daun-daunan kering yang jatuh di atas pusara tersebut. "Marcel ..." lirih Marsha. Ia pandang sendu nisan suaminya. Ia usap pelan berulang kali kemudian ia cium. "Marcel ... Apa kabar? Bahagia di sana ya, Marcel." Semilir Angin menerpa Marsha. Menerbangkan kerudung pasmina yang hanya Marsha letakkan di atas kepala hingga memperlihatkan rambutnya. "Kau pasti balik menanyakan kabarku dan keluarga kita?" Marsha tersenyum sendu. "Kami semua baik-baik saja, Marcel. Kau bisa melihatnya sendiri dari atas sana. Hari-hari kami kembali berjalan seperti biasa, anak-anak pun sudah kembali ke sekolah mereka, meski mereka ... Terkadang selalu menanyakan mu." Marsha memanda

