Dalam ruangan itu, terlihat ayah dan ibu sangat bahagia saat mengetahui Estrada bertunangan.. apalagi Estrada telah mengenalkan tunangannya, walaupun hanya lewat konferensi video saja tapi mereka begitu bahagia, terlihat dari mimik wajah mereka. Daren membuang muka dan keluar dari ruangan itu. Saat keluar ruangan tidak ada yang memperhatikan Daren, semua terfokus di layar..menatap Estrada dan tunangannya. Kepala Daren serasa di pukul, sakit luar biasa. Daren naik ke mobilnya lalu pergi meninggalkan kediaman orangtuanya secepat mungkin. Malam itu merupakan hari bahagia buat Estrada dan hari teramat buruk untuk Daren. Walaupun keduanya selalu bersaing dalam ambisi mereka berdua, namun tidak pernah sekalipun bersaing soal wanita. "Apakah yang tadi di lihatnya Amy?" "Bagaimana mereka be

