Perasaan damai itulah yang saat ini sedang di rasakan Amy. Bisa selalu bersama Daren, dan mungkin bisa mencintai lagi. Segala hal yang buruk tidak ingin di pikirkan Amy. Apalagi dengan kabar bosnya yang lagi di luar kota, katanya sih ada urusan keluarga tapi bagi Amy itu adalah kebebasan. Amy benar - benar tidak dapat melukiskan perasaannya saat ini. Senyum selalu nampak di bibirnya, menjadikan Amy kelihatan lebih mudah dan amat cantik. Daren bangga karena Amy adalah miliknya, setiap pria yang melihat Amy selalu pangling, tidak berkedip, bahkan ada yang di tampar pacarnya sendiri. Hahaha.... agak lucu juga sih. Di tempat kerja, Amy riang dan bekerja sepenuh hati. "Selamat siang... ada ibu Amy?" Seorang bertanya. "Amy, ada kiriman...! Teriak wanita penerima tamu di depan restoran. A

