Episode 18

1961 Words

Sudah hampir satu jam Kiara dan Alden berdiam diri tanpa merubah posisi duduk sedikitpun. Kiara memandang Alden. Wajah tampannya masih murung seperti terakhir kali Elden pergi. Tak berubah sama sekali. Apakah yang dikatakan Elden tadi benar? Selama ini Alden selalu memendam cinta untuk seorang gadis yang.... Ah... aku tak bisa membayangkan bagaimana perasaannya saat ini. Tiba-tiba, Kiara melihat sebutir kristal bening meluncur pelan dari sudut mata Alden. Dia menangis. Sejauh yang Kiara tahu. Laki-laki tak akan menangis kecuali itu sangat menyakitkan. oh Al.. apa yang bisa ku lakukan untukmu. Tangisan Alden semakin deras, meski tanpa suara, tapi butiran air matanya turun semakin lebat. "Alden..." Kiara menepuk-nepuk bahu Alden pelan. berusaha menenangkannya. Alden masih tidak bereaksi.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD