“Pak Nu, perkenalkan ini Yudhis, teman yang saya maksud. Dia adalah korban sekaligus saksi utama dari kasus percobaan pembunuhan itu.” “Saya Nugroho dari kantor kepolisian kota,” kata Pak Nugroho seraya mengulurkan tangan. Yudhis membalas uluran tangan Pak Nugroho seraya tersenyum formal. “Dan ini Dokter Restia. Kakak dari Yudhis,” kata Juna seraya menunjuk Restia yang berdiri di seberang. Restia menyambut uluran tangan Pak Nugroho. “Ada yang bisa saya bantu, Pak?” tanya Yudhis langsung pada intinya. Ia tidak suka terlalu banyak berbasa-basi. Yudhis tahu benar apa yang membawa Juna kemari. Apalagi dengan membawa serta pihak kepolisian. Sudah jelas, semua ini ada hubungannya dengan Arum. “Saya ingin mendengar kesaksian dari Anda perihal kasus percobaan pembunuhan yang terjadi di gedung

