Nathalia turun dari rooftop saat bel istirahat berbunyi. Empat jam pelajaran memang dihabiskannya di sana. Tidak mengikuti pelajaran ketiga dan keempat lantaran terlalu malas bertemu Nicholas. Sekarang ia terpaksa turun karena perutnya sudah sangat kelaparan. Maklum saja, dia tidak sarapan sebelum berangkat sekolah karena malas melihat ibu tiri dan adik tirinya. Kakinya menuruni tangga begitu cepat namun tetap hati-hati. Melewati setiap kelas tanpa menghiraukan pandangan memuja para murid laki-laki. Sudah bukan hal yang baru baginya menjadi pusat perhatian. Di tikungan, ia berpapasan dengan Alan. Mereka saling bertatapan lalu tanpa terduga Alan melongos begitu saja. Meninggalkan Nathalia yang tercengang tidak percaya. Sikap Alan lebih dingin dan cuek daripada biasanya. Bahkan, tatapan pr

