Nathalia terbangun. Hal pertama yang dilihatnya adalah wajah tampan dan lembut Alan. "Akhirnya bangun juga Lo." Kening gadis cantik itu mengernyit. Berusaha duduk dan mengucek matanya. "Kakak udah di sini dari tadi?" "Iya." "Kok bisa? Kakak gak belajar gitu?" "Udah jam pulang, Nat." Kekeh Alan. "Hah?! Selama itu kah gue tidur?" "Kayaknya Lo kesakitan banget ya." "Tadi sih iya, kak. Untung aja sekarang udah gak terlalu sakit lagi." Ringisnya. "Gimana nanti malam? Rasanya Lo sanggup gak nemenin gue ke pesta? Kalau gak sanggup, jangan paksain. Gue berangkat sendiri aja." "Gapapa nih?" Nathalia juga mendadak malas pergi ke pesta karena perutnya terasa tidak nyaman. Lagipula ada hal penting yang harus dilakukannya daripada datang ke pesta dan membuat Letta cemburu. Tentu saja hal pen

