Part.24

1745 Words

Setelah makan siang papa Davika meminta Ammar untuk menemaninya bermain catur di teras samping. Selain karena hari ini adalah akhir pekan, tentu saja pak Arman mengambil cuti untuk pernikahan putrinya kemarin. “Kamu jalan duluan, Mar,” ucap sang papa mertua sambil mengamati bidak catur yang telah tersusun rapi di atas papan permainan. Ammar memulai langkahnya dengan memajukan sebuah pion kecil. Selanjutnya giliran sang papa mertua yang memainkan bidaknya. “Papa senang, baru sehari kamu menikah dengan Davika, kamu sudah bisa merubah anak itu jadi lebih baik,” lelaki itu tersenyum saat mengucapkan kalimat yang entah bermakna pujian atau apa bagi Ammar. “Maksud papa, merubah bagaimana? Saya merasa tidak melakukan apa pun pada Davika,” Jawab Ammar yang memang benar-benar bingung, tak dibuat-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD