Part.28

1644 Words

Davika mendorong tubuh Ammar menjauh, membuat pemuda itu hampir terjengkang. Kesadaran gadis itu telah kembali. Ini tidak seperti rencananya, ini sudah terlalu jauh dari apa yang dia bayangkan. Pernikahannya dengan Ammar bukanlah pernikahan yang sesungguhnya, tak seharusnya ada kontak fisik. Terlebih dia tidak mencintai pemuda kampung itu, benar bukan? “Kenapa?” tanya itu meluncur dari bibir Ammar, wajahnya pias, ada kebingungan dan kecewa yang terlihat jelas di sana. Davika tidak sanggup menatap mata bingung Ammar. Davika ingin mengakhiri situasi canggung ini dengan beranjak pergi, namun terlambat. Sebelum gadis itu sempat melangkahkan kaki, tangannya sudah lebih dulu berada pada cekalan Ammar. Cekalan itu kuat namun tak menyakitinya sama sekali. “Dav, kenapa? Ada yang salah?” Ammar bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD