rumah khayran

1160 Words
Mereka langsung masuk dan disambut oleh si mbok yang bekerja dirumah khayran, sekaligus orang yang akan membuat pesanan kue mereka. "Heh mas khayran dah pulang? " Tanya si mbok "Udah mbok, pegel banget nih mbok bawa cewe cantik" jawab khayran yang mulai menggoda ayra. Ayra yang tau dia mulai di usilin Khayran pun menoleh, memincingkan mata tajam ke arah khayran, khayran yang melihat itupun langsung terkekeh tanpa sadar menarik hidung mancung ayra. Ayra yang reflek pun memukul tangan itu tapi tak kunjung di lepaskan sama yang punya. "Non mau minum apa?" Suara si mbok menghentikan mereka. " Ehh apa aja deh mbok" jawab ayra yang malu didepan si mbok. "Kasih jus stroberi aja mbok dia suka stoberi soalnya" Si mbok yang mendengar itu pun langsung mengangguk sambil tersenyum. "Kita nunggu si mboknya di sana saja" sambil menunjuk tempat yang dituju. Khayran mengajak ayra ke belakang rumah yang ada taman luasnya, "sepi amat rumahmu ka" tanya ayra sambil melirik ke kanan dan kiri melihat-lihat sekeliling rumah. "Iya kalo pagi si rame karna pekerja di sini sibuk dengan pekerjaannya masing-masing" jawab khayran. Tak lama, si mbok datang membawakan minuman mereka. "Mamah mana bi" tanya khayran yang melihat bibi mendekat. "Ibu lagi keluar mas sama mbak Ira katanya mau ketemuan sama orang diluar, bibi suruh sampaikan kalo mas ayran tanya" jawab bibi. Bibi pun duduk lalu menanyakan pesenan mereka, ayra menjelaskan ingin memesan apa dan berapa banyak, Karna yang membuat pesanannya bukan bibi, tapi anaknya. makanya setelah Selesai mencatat bibi langsung pamit izin pulang dulu kerumahnya memberitah kan ke anaknya. Setelah bibi pergi ayra melihat catatannya lagi menandai apa saja yang sudah selesai ia kerjakan dan apa yang belum. "Aku sudah selesai ka, aku mau pulang nih" pinta ayra. "Disini dulu Ra, masih capek nih" jawab khayran. Ayra pun mau tak mau mengiyakan perkataan khayran, padahal hatinya sudah tak karuan setelah ditinggal bibi pamit tadi Karna dia tau mereka hanya berdua sekarang. Ini kali pertama mereka berduaan,Karana sebelum-sebelumnya mereka kalo bertemu pasti di tempat umum tak pernah benar-benar berdua seperti sekarang ini, apalagi ini dirumahnya khayran sendiri. Saat sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing-masing, ayra melihat sekeliling halaman rumah khayran yang asri dan adem ini. Lalu tiba-tiba mereka saling menatap kaget, melihat pemandangan di dirumah sebelah, dan itu membuat mereka canggungan seketika. Mereka melihat di ujung sana tepat di rumah depan mereka, ada dua orang dewasa berlawan jenis yang sedang b******u. Khayran dan ayra yang melihat itupun langsung menelan salivah mereka, danntah kenapa tenggorokan mereka yang tiba tiba terasa kering. Seketika ayra bangun dari duduknya "ayo ka aku mau pulang" bingung dengan situasi ini ayra merasa panas dengan apa yang dia dan khayran lihat. Tapi khayran langsung memegang tangan ayra menahan gadis itu pergi. "Tunggu sebentar Ra" Ayra melihat tangannya yang yang di pegang erat dengan khayran, lalu dia mengikuti tangan khayran, ayra metap wajah dan mata khayran yang seketika memerah seperti menahan sesuatu. Lalu khayran berdiri tepat di depan tubuhnya, ayra mundur perlahan dia merasa tiba-tiba sesak, nafasnya memburu ntah dia tidak mengerti apa yang dia rasakan. Hingga tubuh ayra tersudut dihimpit tembok dan khayran, dia mulai gelisah. "Kamu ke-kenapa ka? Ayo kita pulang saja ka! Aku tiba-tiba tak enak badan nih " ucap ayra terbata, memang dia tidak sepenuhnya berbohong karna tubuhnya Tiba-tiba memanas dan lemas, ntah karna apa dia juga tak tau. Khayran memegang kening ayra "kamu baik-baik saja Ra" dengan tatapan yang ayra juga takut melihatnya. "Jangan menatapku begitu ka, aku takut." "Maaf kan aku Ra, aku sudah tak sanggup" Belum sempat ayra membalas ucapannya, tiba-tiba khayran sudah menciumnya dengan kasar. Ayra mendorong dengan d**a khayran kasar, tapi laki-laki itu terlalu kuat dan sudah pasti ayra kalah tenaga dengan khayran. Ini pertama Kalinya dia dicium tepatnya berciuman, ternyata rasanya seperti ini. Ciuman khayran sangat kasar sampai bibir ayra terasa panas dan bengkak begitu lama khayran menciumnya hingga mereka hampir pingsan, saat kehabisan nafas barulah khayran melepas ciuman-nya. Tapi sesaat kemudian menciumnya lebih kasar lagi yang kedua ini justru ayra mulai menikmatinya perlahan dia tak menolak juga tak membalas. Yang ini lebih lama, ayra takut melihat mata khayran ketika keduanya bertemu pandang hingga ayra memutuskan menutup matanya saja. Ciuman itu pun terlepas lagi ketika kami kehilangan keseimbangan karna benar-benar terbuai dengan ciuman ini, bodohnya aku menikmati sekali walau terasa panas tapi ini enak sekali. Tapi lagi-lagi khayran mencium bibir ayra dan lagi-lagi ayra Tak menolak tapi yang aneh kali ini begitu pelan dan lembut ciuman yang ke-tiga ini hingga membuat ayra benar-benar terbuai dan tanpa sadar ayra membalas ciuman kayaran dengan lembut. Mereka terbuai hingga larut dalam aksinya, hingga kali ini dia benar-benar melepaskan ciuman mereka. Lalu keduanya saling menatap dalam. "Maafkan aku ay, aku tak mampu menahan rasaku, bukan Karana apa yang kita lihat barusan, tapi aku memang sedang marah pada diriku sendiri, yang tak bisa memilikimu tak bisa berbuat apa-apa tentang hubungan kita" Khayran menarik nafasnya dalam dan mengeluarkannya kasar, tapi tetap dengan posisi dia yang menghimpit ayra. "Aku marah sekali Ra, ketika kamu memutuskan hubungan kita, apa lagi aku tadi aku milihat riko yang mendekati dirimu, sakit sekali ay rasanya, hinggak aku ingin mengeluarkan sesaknya tapi aku tak bisa berbuat apa-apa" lanjut khayran. Ayra menatapnya dalam, menyentuh pipi khayran lembut dan mengecup bibirnya, "aku juga minta maaf ka, membuatmu prustasi seperti ini, tapi kamu tau kan aku tak pernah merespon siapapun yang mendekat, aku tak tertarik pada mereka dengan atau taknya aku bersamamu." Jika kamu tau akupun masih sangat mencintaimu dalam, tapi aku berpikir bagaimana dan sampai kapan kita berjuang pun, hasilnya hanya akan tetap sama ka, kita yang berbeda tak mungkin bersama." Lalu mereka pun duduk kembali, mereka hanya diam untuk waktu yang lama. Sampai tak terasa waktu pun sudah berlalu hingga menjelang sore. "Aku sudah harus pulang ka" ucap ayra menoleh pada lawan bicaranya. "Baik aku antar kamu pulang ay" jawab khayran. "Tapi kamu belum sholat ka" ayra meningatkan. Khayran gundah "kamu bisa menungguku sholat terlebih dahulu kan ay?" khayran memohon "aku mohon sebentar saja aku yang akan mengantarmu pulang." "Sholat-lah dengan khusu' ka, aku akan menunggumu" Setelahnya khayran berdiri dan meninggalkan ayra di halaman belakang. Di dalam kamar yang jauh dari halaman belakang khayran masuk ke kamar mandi yang berada di dalam kamarnya, untuk mengambil wudhu setelahnya sholat dengan khusu' ya. Khayran selalu sholat sambil meresapi apa yang iya baca. Saat dia keluar kamar, dia melihat ayra dan mamahnya sudah duduk di ruang tamu. Saat sedang siap-siap mengantar ayra pulang si mbok sudah tiba di rumah. "Hai mam dari mana?" Kata khayran. "Habis keluar de" "Mmmmhhh kakak kemana, kata si mbok sama mamah perginya" "Lagi keluar sebentar bersama mas iqbal." "Oh ya udah mam, aku mau izin anter ayra pulang dulu ya" "Iya kamu hati-hati" lalu aku dan ayra pun salaman ke mamah. "Pulang dulu Tan" pamit ayra. "Iya hati-hati ayra, nanti main lagi kesini." "Iya Tan permisi" Khayran mencium pipi kanan mamahnya, ayra pun mencium tangan kanan mamah khayran, mamahnya memeluk ayra dan cipika-cipiki. Dan mereka pun pergi keluar tak lupa khayran mengucapkan salam.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD