Undangan Pesta

1074 Words

Jofan melempar undangan berwarna merah marun sekenanya, tak perlu memperhatikan jatuh di mana, tetap akan berakhir di tempat sampah saat asisten rumah tangga membersihkannya. Dia malas untuk sekedar membaca, undangan dari Tasya. Hanya pesta perayaan tak jelas yang tak perlu ia datangi. Jofan memang paling anti datang ke acara yang hanya melibatkan banyak orang, ajang yang selalu dijadikan tempat pamer. Entah itu pakaian, aksesoris, sepatu, atau pakaian dalam sekalipun. Dia tak menyukainya. “Pesta, aku mau ikut!” Seruan ini memaksanya meringis, undangan mendarat di tangan yang tak tepat. Terlihat Bimby sudah semringah, dia saja malas pergi. Kenapa Bimby begitu semangat? “Aku enggak pernah datang ke acara begituan, jangan berkhayal.” Jofan tak mau pergi meskipun Bimby merengek-rengek, di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD