Mobil berhenti tepat di depan rumah Aldric. Dengan perasaan kesal, Betty turun dari mobil dan menutup pintunya keras. Aldric hanya bisa menggeleng melihat tingkah Betty yang cukup kekanakkan. Dia keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumahnya. Aldric menemukan Betty sedang duduk di ruang tengah dengan wajah yang mengeras. Sedangkan di sofa lainnya, Roy tampak tertidur dengan pulas. Aldric menggantung mantelnya dan berjalan menghampiri Betty. Dia mendekat ke arah Roy terlebih dahulu dan membangunkannya, "Bangun!" Aldric memukul kaki Roy cukup keras yang membuat sahabatnya itu mengerang. Saat telah menjatuhkan tubuhnya di samping Betty, Aldric menghela nafas kasar. Dia menggaruk rambutnya pelan saat bingung harus berbuat apa di depan Betty. Gadis itu marah karena dia memaksanya untuk mencer

