Seksaan

2271 Words

Deruan angin kencang sudah menandakan hujan bakal turun dengan lebat. Dentuman guruh dari langit memecah keheningan petang itu. Ramil tidak takut pada itu semua. Yang ia tahu, saat ini dia perlu menuntaskan rasa sakit hatinya pada seorang lelaki yang telah melanggar adiknya. Kali ini, mereka tidak melakukan seksaan di ruangan bawah tanah. Tetapi, mereka membawa mangsa yang bakal jadi korban ini ketengah hutan gelap. Titisan hujan mula menitis membasahi setiap tubuh manusia yang berdiri mengelilingi mangsa yang terpasung pada satu tiang besar. Tubuhnya hanya mengenakan celana hitam panjang tanpa berpakaian. Dengan sorot mata yang tajam, Ramil menatap mangsanya seperti malaikat maut yang bakal merentap nyawa mangsanya dengan kejam. "Apa kata-kata terakhirmu sebelum kau ku bunuh?" Teriak R

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD