Arland saat ini berada di balkon kamarnya. Duduk sendirian dengan pandangan jauh kedepan, tak berujung. Seolah olah tak memikirkan penyakitnya, tapi justru fokus pada Kiran. Makanan yang dibawakan bibik pun tak ia sentuh sama sekali. Nafsu makannya tiba-tiba menghilang. Suasana rumah begitu sepi. Ini tak ada ubahnya dengan dirinya yang tinggal di apartment. Tetap saja ia akan merasa, sendirian. "Kamu mau kemana?" tanya Kim pada Arland yang seperti hendak pergi. "Kamu masih sakit, Land." "Capek di rumah, sendirian," terangnya. Setelah itu ia langsung berlalu pergi begitu saja memasuki mobilnya. Melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Itulah yang ia lakukan kalau hatinya sedang tak bersahabat. Ia sulit mengontrol emosinya yang akhir-akhir ini terasa berubah-ubah. "Wihh ... Arla

