Arland dan Kiran sampai di apartment pada pukul 2 dini hari. Saat sampai pun, Kiran masih tidur dengan nyenyak. Ia tak tega membangunkan istrinya itu dan lebih memilih untuk menggendongnya. Kiran benar-benar tidur kayak orang mati. Nggak bangun ataupun keganggu sama sekali meskipun sudah berpindah posisi tidur dari mobil, di gendongannya, dan sekarang di tempat tidur. Arland tak langsung tidur. Ia mesti menyelesaikan beberapa pekerjaannya untuk besok pagi. Ya, ia tak ingin Kiran merasa kalau dirinya hanya mementingkan pekerjaannya saja. Makanya, meskipun ke Bandung untuk urusan pekerjaan, ia sempatkan untuk mengajak Kiran jalan-jalan. Pagi ini Kiran terbangun karena mendengar suara bel yang terus berbunyi tanpa henti. Dan itu membuatnya sangat kesal. “Astaga! Siapa, sih, yang bertamu

