BAB : 48

1890 Words

Ya, Kiran mencium bibirnya di saat ia baru berniat melakukan itu. "Kenapa? Kok diem?" tanya Kiran yang melihat ekspresi Arland. "Enggak. Cuman durasinya kenapa cepet banget? Saking cepetnya sampe nggak berasa," keluh Arland. "Ih, kamu ini," kesal Kiran sambil mencubit lengan Arland. Arland menarik Kiran ke pelukannya. Ia memeluk Kiran erat seolah tak ingin melepaskannya sedetikpun. "Aku cinta sama kamu," bisiknya ditelinga Kiran. "Udah tau," balas Kiran yang masih berada dipelukan Arland. "Land, haruskah kita pelukan kayak gini terus?" tanya Kiran pada Arland. Pertanyaannya tak mendapatkan respon. Ini posisinya ia masih berada dalam pelukan Arland. Pinggangnya berasa keram. Nggak mungkin jugalah, kalau Arland tiba-tiba jadi budeg. Padahal kan jarak dirinya dan suaminya kan dekat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD