BAB : 46

1441 Words

Kiran dan Dira saat ini sedang berjalan melewati lorong-lorong rumah sakit. Meskipun ada Leo di sana, tetap saja sebagai seorang istri dirinya merasa tak bisa tenang. Jangan dikira ia tidur nyenyak semalam, bahkan tidak sama sekali. “Ki, gue ngantuk berat,” rengek Dira dengan muka mengantuk yang benar-benar terlihat di wajahnya. Kiran tak tidur semalam, bagaimana mungkin bisa ia biarkan sendirian. Alhasil, ia ikut begadang. Dalam perjalanan keduanya berpapasan dengan Rio bersama dengan seorang suster. “Dokter, gimana kondisi Arland?” tanya Kiran langsung. “Tenang, dia sudah dipindahkan ke ruang perawatan, kok.” Rio mengarahkan pandangannya ke arah suster yang ada di sebelahnya. “Suster, tolong antarkan dia ke ruangan dokter Arland, ya.” “Baik, dok,” sahutnya. Kelegaan mulai menyelim

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD