Prolog

254 Words
Sebuah gedung pencakar langit di pusat kota Tianting, hari ini akan menjadi saksi atas pernikahan megah sang CEO, sebut saja namanya Gaara.  Semuanya telah di susun agar bisa berjalan sesuai dengan rencana. Akan tetapi semuanya berubah saat 1 jam yang lalu mempelai wanitanya kabur, melarikan diri. Rahang pria itu mengeras dengan sorot matanya yang dingin dan tajam. 1kata yang keluar dari mulutnya adalah perintah mutlak yang tidak boleh dilanggar, itu artinya semua harus di turuti. "Cabut semua saham dari perusahaannya, sekarang!" dialah Gaara, pria itu sedang duduk dengan sejuta keangkuhan di pundaknya.  Pemilik perusahaan itu nendadak melemah, dia berlutut di hadapan Gaara dengan tangan yang terkatup, "Tuan Gaara saya mohon, berikan kesempatan terakhir kepada kami. Di rumah, kami masih memiliki seorang anak perempuan tuan." "Kau bermaksud untuk menjadikannya sebagai pengganti pengantinku?" "Be- benar tuan.." bicara selantang itu, padahal kedua kakinya sudah gemetaran. Gaara menyeringai, sepertinya dia akan mendapatkan boneka baru. "Bawa gadis itu kemari, sebelum acara pernikahan di mulai.." "Baik tuan, terimakasih atas kesempatan yang tuan berikan. Saya sendiri yang akan membawanya kemari." *** 1jam kemudian... Jika bukan karena tindakan bodoh sang kakak yang kabur, maka hal buruk ini tidak akan pernah di alami oleh Kyara. Kyara mengepal erat tangannya di gaun pengantin yang sedang ia pakai. Menggigit kuat bibir bawahnya, hari ini menjadikannya seorang adik yang membenci kakak kandungnya sendiri. "Jadilah anak yang patuh, kakakmu sudah berani mencoreng nama baik keluarga! Ayah sangat berharap padamu!"  Kalimat itu terus terngiang di kepalanya. Saat ini Kyara sedang berdiri di atas altar pernikahan bersama dengan tuan muda Gaara. "Tersenyumlah!" suaranya lirih terdengar di telinga Kyara. Kenapa harus aku yang menikahinya? Geram Kyara di dalam hati.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD